Sabtu, 14 Februari 2015

fenomena 14 februari

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pada tanggal 14 februari merupakan hari valentine.
Hari yang sering di dengung-dengungkan sebagai hari kasih sayang,baik oleh muda mudi, media cetak ataupun online maupun tv.

Valentine sendiri merupakan tradisi dari negara-negara barat yang telah menjalar ke berbagai wilayah-wilayah lain bahkan sampai ke Asia tidak luput pula negara kita yang tercinta Indonesia.



Menurut catatan wiki yang saya baca, tradisi ini sebenarnya berasal dari italia yang merupakan tradisi pertukaran notisi-notisi antara para pecinta. Ada pula yang mengatakanbahwa tradiso ini diambil dari nama santo valentinus yang merupakan martir atau orang suci.

Terlepas dari sejarah tersebut kita melihat berbagai cara orang merayakan hari valentine, ada yang memberikan hadiah boneka, ada pula yang memberikan coklat bahkan ada pula yang memberikan seuntai bunya mawar. Hal-hal seperti ini sudah sering kita liat baik kalangan muda mudi bahkan anak-anak sekolah. Sesuatu yang seolah menjadi kewajiban bagi para pasangan untuk melakukanya.
Semua berusaha menunjukkan bentuk cintanya kepada pasanganya. Dan melihat hal tersebut, pihak ketiga yang merupakan golongan industri maupun pedagang melihat peluang yang menggiurkan untuk meraih keuntungan di momen valentine tersebut, mereka-merka berlomba menciptakan hadiah-hadiah yang bertajuk valentine, bahkan terkadang memberikan paket khusus untuk valentine.

Melihat hal tersebut kebanyakan orang setuju bahwa valentine merupakan hari kasih sayang bahkan kebwruntungan  bagi pemilik usaha dan pedagang yang mejajakan pernik-pernik valentine.

Namun jika kita menilik ke realita yang ada saat ini, kita disajikan dengan keadaan yang mengiris hati, dimana banyak sekali terjadi pesta-pesta perayaan valentine dibarengi dengan pesta narkotik bahkan sex bebas yang terjadi di kalangan pemuda pemudi, baik kalangan pelajar ataupun lainya. Di tambah lagi dengan maraknya peredaran paket paket hadiah valentine yang mendukung perbuatan tersebut. Seperti akhir-akhir ini yang diberitakan diberbagai media tentang paket coklat berhadiah kondom. sungguh ironis sekali mendengarnya.

Oleh karenanya sebaiknya kita memperhatikan norma-norma yang kita pegang jika ingin mengikuti trend valentine dengan tidak melanggarnya, baik norma agama maupun budaya.

Fenomena valentine memang sebuah jamur kayu yang akan selalu tumbuh setiap tahun ketika mulai musim hujan. ber-Valentine-lah dengan orang tua kamu, istri kamu, anak kamu dan sodaramu setiap hari tanpa menunggu 14 februari dan dan tidak harus dengan xoklat, tapi dengan cinta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar