Selasa, 06 Januari 2015

ini kisahku seina

malam itu waktu yang tidak akan mudah aku lupakan
Di saat semua terasa indah, dimana kebersamaan dengan teman2 begitu indah
Malam itu adalah pesta ulang tahunku yang ke 13
Meskipun pesta sederhana berupa lilin dan kue tar buatan teman2 namun kebersamaan otu terasa indah
Namun dibalik kegembiraan itu hati ini juga menyimpan kesedihan
Kesedihan yang terlahir karena perpisahan..iya inilah perpisahan teman bermain di SD dimana 2 hari lagi aku akan masuk ke sekolah SMP yang berbeda dengan teman2ku
Dan disinalah perjalanku yang penuh terjal mulai ada.



PERPISAHAN KE 2 ORTUKU

Dar dalam kamarku aku mendengar suara ortuku yang terliat penuh emosi..telinga ini sebisa mungkin aku tutup dengan bantal dan guling disekitarku. Namun suara itu tetap menmenembus dinding kamar dan bahkan bantal gulongku
"Mama..aku sudah muak..aku sudah bosan dengan semua ini, aku sudah ga mau lagi".
"Trus papa maunya apa, kalopun ada masalah kita bisa bicarakan baik2 . Jangan seperti ini"
"Ah sudahlah"..kemudian aku dengar suara pintu yang tertutup dengan keras"bruak"
Setelah beberapa lama dan keadaan sepi aku memberankkan diri untuk keluar kamar.
Sayup2 dari kejauhan aku mendengar suara sesenggukan yang berasal dari mamaku.
"Ada apa ma?kenapa mama menangis?" Aku memberanikan diri untum bertanya
"Mama sudah tahu lagi harus bagaimana nak, mama sudah berusaha, tapi kelihatanya papamu tidak punya jalan pikiran yang sama dengan mama" jawab mamaku dengan suaraparau
"Sudah ya ma..jangan menangis lagi..aku jadi sedih."
Mendengar permohonanku mama kemudian pergi ke kamar mandi dan mencuciuka.

"Assalamualaikum.." suara salam terdengar dari pintu depan.
"Wa alaikum salam.." jawabku sambil berjalan menuju ruang depan.
"Oh kak randit to, kok pulang kak..apa libur kuliahmya?"
"Iya dek..libur 2 hari..lumayan buat efreshing di rumah, ohya..dmana mama papa..kok sepi banget dek?."
"Mama lagi di kamar mandi kak..papa keluar" jawabku.
"Oh begitu..makanya kok sepi"
"Iya kak" .sambil tersenyum aku menjawabnya.
Kemuadian kakaku langsung menuju kamarnya yang terlwtak di sebelah selatan ruamh tamu..mungkin dia ingin istirahat setelah perjalanan jauh.

Randit adalah satu2nya kakaku..dia sekarang sudah kuliah di salah satu universitas negeri di SBY, jadi dia jarang sekali ada dirumah. Dan mungkin dia juga belum tau apa yang terjadi dirumah ini antata papa dan mama.
Sementara mamaku adalah seorang dokter, dia lebih sering tidak dirumah dari pada dirumah karena kesibukan profesinya..sering kali beliau tidak sempat membuat sarapan untukku. Sehingga aku lebih sering makan di kantin sekolah.
Sementara papaku juga sibuka dengam kerjaan kantornya. Jarang bisa berlama2 di rumah.

Setelah 2 bulan berlalu, terjadilah hal yang paling kutakutkan selama ini. Dan kejadian itu adalah salah satu hal yang merubah jalan hidupku..mama dan papa berpisah..hatiku tak tahu lagi seperti apa..seakan tertutup mendung hitam pekat.
Semua berubah..keadaan semakin runyam..

...
Bersambung..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar